{"id":2067,"date":"2025-11-28T13:15:49","date_gmt":"2025-11-28T05:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.c-adtech.com\/?p=2067"},"modified":"2025-11-28T13:21:16","modified_gmt":"2025-11-28T05:21:16","slug":"is-ceramic-porous-or-nonporous","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/","title":{"rendered":"Apakah Keramik Berpori atau Tidak Berpori?"},"content":{"rendered":"<div id=\"model-response-message-contentr_d88813af3fe723f4\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\" aria-busy=\"false\">\n<p data-path-to-node=\"5\"><b>Bahan keramik dapat berpori dan tidak berpori; klasifikasi ini sepenuhnya bergantung pada jenis tanah liat yang digunakan, suhu pembakaran, dan keberadaan glasir.<\/b> Secara umum, <b>Gerabah<\/b> (terakota) sangat berpori dan akan menyerap air jika tidak diglasir. <b>Periuk<\/b> semi berpori hingga tidak berpori. <b>Porselen<\/b> hampir sepenuhnya tidak berpori dan tahan terhadap kelembapan bahkan tanpa glasir. Namun, menambahkan glasir seperti kaca pada permukaan keramik secara efektif membuatnya tidak berpori untuk penggunaan sehari-hari yang praktis.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Saat memilih bahan untuk lantai, pekebun, atau peralatan dapur, mengetahui tingkat penyerapan air sangatlah penting. Peringkat ini menentukan apakah bahan tersebut dapat menahan embun beku, menahan noda, atau menahan cairan dengan aman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2068\" aria-describedby=\"caption-attachment-2068\" style=\"width: 587px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2068\" src=\"http:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\" alt=\"Perbedaan antara keramik berpori dan tidak berpori\" width=\"587\" height=\"368\" srcset=\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp 587w, https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40-300x188.webp 300w, https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2068\" class=\"wp-caption-text\">Perbedaan antara keramik berpori dan tidak berpori<\/figcaption><\/figure>\n<h2>Ilmu Porositas Keramik<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"9\">Porositas mengacu pada rasio ruang kosong (pori-pori) di dalam bahan padat. Pada keramik, pori-pori ini adalah kantong udara mikroskopis yang tertinggal di antara partikel tanah liat setelah proses pembakaran.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Faktor utama yang mengurangi porositas adalah proses yang disebut <b>vitrifikasi<\/b>. Ketika tanah liat dimasukkan ke dalam tungku pembakaran pada suhu tinggi, silika di dalam tanah liat meleleh dan berubah menjadi kaca. Kaca cair ini mengisi ruang-ruang di antara partikel-partikel tanah liat. Ketika mendingin, kaca ini akan mengeras dan mengikat material, menutup pori-pori.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"11\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,0,0\"><b>Temperatur Penembakan Rendah:<\/b> Lebih sedikit bentuk kaca. Bahannya tetap berpori.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,1,0\"><b>Suhu pembakaran yang tinggi:<\/b> Lebih banyak bentuk kaca. Bahannya menjadi padat dan tidak berpori.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"12\">Pakar ADtech menekankan bahwa memahami perbedaan struktural ini sangat penting untuk proyek konstruksi dan manufaktur.<\/p>\n<h2>3 Kategori Utama Porositas Keramik<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"15\">Untuk menentukan apakah barang keramik tertentu berpori, Anda harus mengidentifikasi kategorinya. Kami mengklasifikasikan keramik ke dalam tiga kelompok berbeda berdasarkan suhu pembakaran dan sifat fisiknya.<\/p>\n<h3>1. Gerabah (Porositas Tinggi)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"17\">Gerabah dibakar pada suhu terendah, biasanya antara 1.828\u00b0F dan 2.075\u00b0F (1.000\u00b0C - 1.135\u00b0C). Karena panas tanur tidak cukup tinggi untuk mematangkan tanah liat sepenuhnya, partikel-partikelnya tetap agak longgar.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"18\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,0,0\"><b>Karakteristik:<\/b> Terasa lebih ringan dan lebih lembut daripada keramik lainnya. Dapat tergores dengan mudah dengan pisau.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,1,0\"><b>Penyerapan Air:<\/b> Tinggi (biasanya 5% hingga 15%).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,2,0\"><b>Penggunaan Umum:<\/b> Pot tanaman terakota, batu bata dekoratif, peralatan makan pedesaan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"18,3,0\"><b>Putusan:<\/b> Gerabah adalah <b>berpori<\/b>. Jika Anda menuangkan air ke dalam pot terakota yang tidak dilapisi glasir, bagian luarnya lama-kelamaan akan menjadi lembap.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Periuk (Porositas Rendah)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"20\">Periuk dibakar pada suhu yang jauh lebih tinggi, mulai dari 2.185\u00b0F hingga 2.380\u00b0F (1.196\u00b0C - 1.304\u00b0C). Panasnya cukup untuk melelehkan silika, sehingga menghasilkan bahan yang keras dan tahan lama seperti batu.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"21\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,0,0\"><b>Karakteristik:<\/b> Padat, buram, dan tahan lama.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,1,0\"><b>Penyerapan Air:<\/b> Rendah (biasanya 0,5% hingga 3%).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,2,0\"><b>Penggunaan Umum:<\/b> Piring makan sehari-hari, loyang, cangkir kopi, ubin lantai berkualitas.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,3,0\"><b>Putusan:<\/b> Periuk adalah <b>tidak berpori hingga semi-pori<\/b>. Meskipun kedap air dengan baik, namun produsen biasanya melapisinya dengan glasir untuk memastikan kebersihan total.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Porselen (Tidak berpori)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"23\">Porselen mewakili puncak kepadatan. Dibakar di atas 2.300 \u00b0 F (1.260 \u00b0 C) menggunakan tanah liat kaolin yang dimurnikan, mengalami vitrifikasi yang hampir sempurna.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"24\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,0,0\"><b>Karakteristik:<\/b> Sangat keras, berwarna putih, dan sering kali tembus cahaya apabila dipegang di hadapan cahaya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,1,0\"><b>Penyerapan Air:<\/b> Dapat diabaikan (kurang dari 0,5%).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,2,0\"><b>Penggunaan Umum:<\/b> Wastafel kamar mandi, lantai kelas atas, porselen halus, isolator listrik.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"24,3,0\"><b>Putusan:<\/b> Porselen adalah <b>tidak berpori<\/b>. Secara resmi diklasifikasikan sebagai \u201ctahan banting\u201d menurut standar industri.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Peringkat Penyerapan Air untuk Ubin<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"27\">Dalam industri konstruksi dan lantai, \u201cberpori\u201d bukanlah istilah yang samar. Ini adalah pengukuran yang tepat yang ditetapkan oleh American National Standards Institute (ANSI) dan badan-badan global lainnya. Peringkat ini berasal dari seberapa banyak air yang diserap ubin relatif terhadap beratnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"28\">Tabel berikut ini menguraikan klasifikasi ini. Data ini sangat penting ketika ADtech memberi saran kepada klien tentang instalasi kamar mandi atau luar ruangan.<\/p>\n<h3>Tabel 1: Klasifikasi Penyerapan Ubin Keramik<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table data-path-to-node=\"30\">\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Klasifikasi<\/strong><\/td>\n<td><strong>Tingkat Penyerapan Air<\/strong><\/td>\n<td><strong>Deskripsi<\/strong><\/td>\n<td><strong>Aplikasi Terbaik<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"30,1,0,0\"><b>Non-Vitreous<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,1,1,0\">Lebih dari 7.0%<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,1,2,0\">Sangat Berpori<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,1,3,0\">Hanya di dinding dalam ruangan (area kering). Jangan di luar ruangan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"30,2,0,0\"><b>Semi-Vitreous<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,2,1,0\">3.0% hingga 7.0%<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,2,2,0\">Cukup Berpori<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,2,3,0\">Penggunaan di dalam ruangan. Splashback atau ruangan dengan kelembapan rendah.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"30,3,0,0\"><b>Vitreous<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,3,1,0\">0.5% hingga 3.0%<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,3,2,0\">Porositas Rendah<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,3,3,0\">Lantai dalam ruangan standar. Tahan terhadap embun beku tetapi tidak tahan beku.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"30,4,0,0\"><b>Tahan air<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,4,1,0\">Kurang dari 0,5%<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,4,2,0\">Tidak berpori<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"30,4,3,0\">Lalu lintas yang padat, teras luar ruangan, kolam renang, kamar mandi.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p data-path-to-node=\"31\"><i>Catatan: Ubin porselen selalu termasuk dalam kategori \u201cTahan Air\u201d.<\/i><\/p>\n<h2>Peran Kaca: Pelindung Permukaan<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"34\">Anda mungkin memiliki cangkir keramik yang terbuat dari tembikar yang dapat menampung kopi tanpa bocor. Hal ini dimungkinkan karena <b>kaca<\/b>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"35\">Glasir adalah lapisan kaca cair yang diaplikasikan pada permukaan keramik sebelum pembakaran akhir. Ketika tungku pembakaran memanas, lapisan ini menyatu dengan badan tanah liat.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"36\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"36,0,0\"><b>Keramik tanpa glasir:<\/b> Pori-pori alami terbuka. Cairan, bakteri, dan noda dapat menembus permukaan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"36,1,0\"><b>Keramik berlapis kaca:<\/b> Lapisan pelindung menutup permukaan. Bahkan jika tanah liat di bawahnya berpori, permukaannya menjadi tidak berpori.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa hal ini penting?<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"38\">Jika ubin berglasir pecah atau retak, segel pelindungnya akan rusak. Jika bagian bawahnya adalah gerabah berpori, air dapat merembes ke bawah glasir, menyebabkan ubin terangkat atau glasirnya mengelupas di kemudian hari.<\/p>\n<h2>Studi Kasus: Kegagalan Teras Luar Ruangan di Chicago<\/h2>\n<p>Waktu: Maret 2023<\/p>\n<p>Lokasi: Chicago, Illinois, Amerika Serikat<\/p>\n<p>Profil Klien: Pengembang Properti Perumahan<\/p>\n<p>Situasi:<\/p>\n<p>Seorang pengembang memasang ubin \u201cCeramic Slate\u201d di teras luar ruangan yang mewah pada akhir tahun 2022. Ubin tersebut tampak indah dan kuat. Namun, setelah musim dingin yang keras di Chicago, penduduk melaporkan ubin retak, mengelupas, dan \u201cmeletus\u201d pada Maret 2023.<\/p>\n<p>Investigasi:<\/p>\n<p>Mereka menganalisis sampel yang retak. Pengembang telah membeli ubin keramik Semi-Vitreous (tingkat penyerapan 4%) dan bukan porselen Impervious.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"44\"><b>Mekanisme Kegagalan:<\/b><\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"45\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"45,0,0\">Hujan dan salju yang mencair merembes ke dalam pori-pori mikroskopis ubin.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"45,1,0\">Suhu turun di bawah titik beku.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"45,2,0\">Air di dalam ubin mengembang ketika berubah menjadi es.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"45,3,0\">Tekanan internal menghancurkan struktur tubuh tanah liat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Solusinya:<\/p>\n<p>Kami merekomendasikan penggantian total menggunakan Porselen Kedap Air bersertifikat ANSI dengan tingkat penyerapan 0,05%. Instalasi baru ini bertahan pada musim dingin tahun 2024 tanpa cacat.<\/p>\n<h2>Cara Menguji Apakah Keramik Anda Berpori (Metode DIY)<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"50\">Anda tidak memerlukan laboratorium untuk memeriksa porositas. ADtech merekomendasikan \u201cTes Tetesan Air\u201d sederhana ini untuk mengidentifikasi permukaan yang tidak dilapisi atau memeriksa apakah sealer Anda telah aus.<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"51\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,0,0\"><b>Bersihkan permukaan:<\/b> Seka keramik dengan kain lembap dan biarkan mengering sepenuhnya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,1,0\"><b>Tuangkan air:<\/b> Tempatkan satu sendok makan air di atas permukaan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,2,0\"><b>Tunggu:<\/b> Diamkan air selama 15 menit.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,3,0\"><b>Amati:<\/b><\/p>\n<ul data-path-to-node=\"51,3,1\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,3,1,0,0\"><b>Gelap:<\/b> Jika keramik di bawah air berubah menjadi lebih gelap, berarti keramik menyerap cairan. Ini adalah <b>berpori<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"51,3,1,1,0\"><b>Manik-manik:<\/b> Jika air tetap berada dalam manik-manik yang sempurna dan warna permukaannya tidak berubah, berarti <b>tidak berpori<\/b> (atau disegel dengan baik).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Aplikasi: Kapan Harus Memilih Berpori vs. Tidak Berpori<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"54\">Memilih jenis yang salah dapat menyebabkan kegagalan struktural atau masalah kebersihan. Berikut ini adalah cara para ahli mengkategorikan utilitas berdasarkan porositas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2069\" aria-describedby=\"caption-attachment-2069\" style=\"width: 516px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2069\" src=\"http:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/aocg5-uvvw1.webp\" alt=\"Pilih Berpori vs Tidak Berpori\" width=\"516\" height=\"578\" srcset=\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/aocg5-uvvw1.webp 516w, https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/aocg5-uvvw1-268x300.webp 268w, https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/aocg5-uvvw1-11x12.webp 11w\" sizes=\"(max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2069\" class=\"wp-caption-text\">Pilih Berpori vs Tidak Berpori<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Lantai dan Area Basah<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"56\">Kamar mandi, dapur, dan dek kolam renang membutuhkan material yang tidak berpori.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"57\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"57,0,0\"><b>Persyaratan:<\/b> Tidak tembus air (porselen).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"57,1,0\"><b>Alasan:<\/b> Mencegah pertumbuhan jamur, tahan terhadap air seni atau noda kimia, dan tahan terhadap kelembapan. Ubin berpori di kamar mandi akan menyerap air, yang pada akhirnya menyebabkan perekat membusuk.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Berkebun dan Kesehatan Tanaman<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"59\">Tanaman sering kali lebih menyukai wadah berpori.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"60\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"60,0,0\"><b>Persyaratan:<\/b> Berpori (Terakota \/ Gerabah).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"60,1,0\"><b>Alasan:<\/b> Akar membutuhkan oksigen. Dinding berpori memungkinkan udara mencapai tanah dan menyerap kelembapan berlebih, sehingga mencegah pembusukan akar. Pot plastik atau kaca yang tidak berpori dapat menahan air dengan baik, yang dapat menenggelamkan tanaman yang sensitif.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Makanan dan Santapan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"62\">Kebersihan adalah prioritas di sini.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"63\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"63,0,0\"><b>Persyaratan:<\/b> Periuk atau Porselen Mengkilap.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"63,1,0\"><b>Alasan:<\/b> Anda tidak dapat membersihkan bahan berpori secara efektif. Cairan daging atau susu yang meresap ke dalam gerabah yang tidak dilapisi glasir akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri seperti Salmonella. Peraturan FDA secara ketat memantau glasir pada permukaan yang bersentuhan dengan makanan untuk memastikan tidak berpori.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tabel 2: Rekomendasi Aplikasi<\/h3>\n<table data-path-to-node=\"65\">\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Aplikasi<\/strong><\/td>\n<td><strong>Bahan yang Direkomendasikan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Tingkat Porositas<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"65,1,0,0\"><b>Lantai Kamar Mandi<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,1,1,0\">Mosaik Porselen<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,1,2,0\">Tidak berpori<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"65,2,0,0\"><b>Pot Anggrek<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,2,1,0\">Terakota tanpa glasir<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,2,2,0\">Sangat Berpori<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"65,3,0,0\"><b>Meja Dapur<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,3,1,0\">Periuk Kaca\/Porselen<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,3,2,0\">Tidak berpori<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"65,4,0,0\"><b>Lantai Kamar Tidur<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,4,1,0\">Keramik berlapis kaca (Vitreous)<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,4,2,0\">Porositas Rendah<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"65,5,0,0\"><b>Jalan masuk<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,5,1,0\">Pavers Porselen<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"65,5,2,0\">Tidak berpori<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Pemeliharaan dan Penyegelan Keramik Berpori<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"68\">Jika Anda menyukai tampilan terakota tanpa glasir atau batu alam tetapi membutuhkan ketahanan terhadap noda, Anda harus menggunakan sealer. Sealer mengisi pori-pori bagian atas dengan penghalang kimiawi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"69\">Ada dua jenis utama sealer yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"70\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"70,0,0\"><b>Penetrating Sealers (Penyegel Penetrasi):<\/b> Ini meresap ke dalam pori-pori. Produk ini menolak air dan minyak tetapi tetap menjaga tampilan alami tanah liat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"70,1,0\"><b>Penyegel Topikal:<\/b> Lapisan ini berada di atas, menciptakan lapisan yang mengkilap. Lapisan ini menawarkan perlindungan yang tinggi, tetapi dapat terlihat seperti plastik dan dapat terkelupas seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Tabel 3: Jadwal Penyegelan untuk Keramik Berpori<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table data-path-to-node=\"72\">\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Bahan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Jenis Sealer<\/strong><\/td>\n<td><strong>Frekuensi Aplikasi Ulang<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"72,1,0,0\"><b>Lantai Terakota<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,1,1,0\">Menembus Minyak \/ Lilin<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,1,2,0\">Setiap 1-2 tahun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"72,2,0,0\"><b>Backsplash tanpa glasir<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,2,1,0\">Menghamili<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,2,2,0\">Setiap 3-5 tahun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"72,3,0,0\"><b>Pavers Luar Ruangan<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,3,1,0\">Akrilik Berbasis Pelarut<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"72,3,2,0\">Setiap 2-3 tahun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p data-path-to-node=\"73\"><i>Tip ADtech: Selalu lakukan Uji Tetesan Air sebelum mengaplikasikan lapisan sealer yang baru.<\/i><\/p>\n<h2>Perbandingan terperinci: Keramik vs Bahan Lainnya<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"76\">Untuk memahami sepenuhnya sifat keramik, kita harus membandingkannya dengan bahan rumah tangga umum lainnya.<\/p>\n<h3>Keramik vs Batu Alam<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"78\">Batu alam (Marmer, Granit, Travertine) hampir selalu berpori. Marmer seperti spons yang keras; anggur merah akan menodainya seketika. Keramik porselen lebih unggul untuk perawatan yang rendah karena secara alami tidak berpori dan tidak memerlukan penyegelan yang konstan seperti yang dituntut oleh batu alam.<\/p>\n<h3>Keramik vs Beton<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"80\">Beton sangat berpori. Tanpa sealer industri tugas berat, beton menyerap minyak, air, dan bahan kimia dengan cepat. Periuk yang dibakar dengan api besar jauh lebih padat daripada beton standar.<\/p>\n<h2>Tanya Jawab tentang Porositas Keramik<\/h2>\n<p>1. Apakah makanan keramik tanpa glasir aman?<\/p>\n<p>Secara umum, tidak. Keramik tanpa glasir berpori-pori dan dapat menjebak partikel makanan dan bakteri. Bahkan jika Anda mencucinya, kuman dapat bertahan hidup di dalam pori-pori. Selalu gunakan peralatan makan berlapis kaca untuk makanan basah.<\/p>\n<p>2. Dapatkah saya menggunakan ubin keramik berpori di kamar mandi jika saya menutupnya?<\/p>\n<p>Secara teknis ya, tetapi para ahli menyarankan untuk tidak melakukannya. Sealer akan rusak seiring berjalannya waktu. Jika Anda lupa menyegel ulang, air akan menembus ubin, masuk ke balik lapisan kedap air, dan menyebabkan jamur. Porselen adalah pilihan yang lebih aman.<\/p>\n<p>3. Apakah ubin porselen perlu disegel?<\/p>\n<p>Porselen mengkilap tidak perlu disegel. Porselen tanpa glasir yang dipoles mungkin memiliki pori-pori mikro mikroskopis yang terbuka selama proses pemolesan, sehingga sealer penetrasi terkadang direkomendasikan oleh produsen untuk mencegah noda kabut nat.<\/p>\n<p>4. Mengapa bagian luar pot keramik saya menjadi putih?<\/p>\n<p>Hal ini disebut kemekaran. Karena pot berpori, air mengalir melalui dinding tanah liat, membawa garam dari tanah atau pupuk. Ketika air menguap di bagian luar, air akan meninggalkan endapan garam berwarna putih.<\/p>\n<p>5. Apakah keramik lebih keras daripada kaca?<\/p>\n<p>Ya, struktur kristal yang terbentuk selama pembakaran membuat sebagian besar keramik lebih keras dan lebih tahan lama daripada kaca standar.<\/p>\n<p>6. Apakah mengecat keramik membuatnya tidak berpori?<\/p>\n<p>Cat akrilik atau lateks standar akan menghasilkan lapisan film, tetapi tidak sama dengan kaca. Cat dapat mengelupas dan biasanya tidak aman untuk makanan atau kedap air dalam waktu lama. Glasir yang dibakar dengan tungku pembakaran adalah satu-satunya metode kedap air yang permanen.<\/p>\n<p>7. Bagaimana cara mengetahui apakah ubin terbuat dari porselen atau keramik?<\/p>\n<p>Centang kotak untuk logo \u201cBersertifikat PTCA\u201d. Selain itu, lihat juga bagian samping ubin (biskuit). Jika warnanya sama di seluruh bagian, kemungkinan besar porselen tembus pandang. Jika bagian atasnya berwarna tetapi bagian sampingnya berwarna merah atau cokelat, kemungkinan besar itu adalah keramik berlapis.<\/p>\n<p>8. Apakah keramik berpori dapat menahan panas?<\/p>\n<p>Ya, keramik adalah isolator panas yang sangat baik. Namun, jika keramik berpori basah dan kemudian dipanaskan dengan cepat (seperti dalam microwave), air di dalamnya dapat berubah menjadi uap dan memecahkan bejana.<\/p>\n<p>9. Apakah keramik dapat terurai secara hayati?<\/p>\n<p>Keramik yang dibakar secara kimiawi stabil dan tidak terurai. Namun, keramik ini bersifat inert dan tidak melepaskan bahan kimia beracun ke dalam tanah seperti halnya plastik.<\/p>\n<p>10. Mengapa porselen lebih mahal daripada gerabah?<\/p>\n<p>Porselen membutuhkan tanah liat (kaolin) yang lebih murni dan lebih mahal dan harus dibakar pada suhu yang jauh lebih tinggi, yang menggunakan lebih banyak bahan bakar. Tingkat kehilangan selama proses produksi juga lebih tinggi karena lengkungan, sehingga membuat produk akhir menjadi lebih mahal.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"96\"><b>Keramik berpori dalam keadaan alami, dalam keadaan pembakaran rendah (Gerabah), tetapi menjadi tidak berpori ketika dibakar pada suhu tinggi (Porselen) atau ketika glasir kaca diaplikasikan.<\/b><\/p>\n<p data-path-to-node=\"97\">Saat merencanakan proyek Anda berikutnya, jangan hanya melihat warna atau polanya saja. Lihatlah spesifikasi teknisnya.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"98\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"98,0,0\">Pilih <b>Porselen<\/b> untuk area basah, di luar ruangan, dan lantai yang berat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"98,1,0\">Pilih <b>Peralatan Periuk Mengkilap<\/b> untuk peralatan makan dan penggunaan dapur.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"98,2,0\">Pilih <b>Terakota<\/b> untuk penanaman dan area dekoratif yang kering.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"99\">Keberhasilan instalasi Anda bergantung pada kesesuaian porositas material dengan tuntutan lingkungan.<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ceramic materials can be both porous and nonporous; the classification depends entirely on the type of clay used, the firing temperature, and the presence of a glaze. Generally, Earthenware (terracotta) is highly porous and will absorb water if unglazed. Stoneware is semi-porous to nonporous. Porcelain is almost completely nonporous and impervious to moisture even without [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Is Ceramic Porous or Nonporous? - AdTech<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ceramic materials can be both porous and nonporous; the classification depends entirely on the type of clay used, the firing temperature, and the presence of a glaze.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Is Ceramic Porous or Nonporous? - AdTech\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ceramic materials can be both porous and nonporous; the classification depends entirely on the type of clay used, the firing temperature, and the presence of a glaze.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"AdTech\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/AdTech-Metallurgical-Materials-Co-Ltd\/100064039905332\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-28T05:15:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-28T05:21:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"587\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"368\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"AdTech\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"AdTech\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\"},\"author\":{\"name\":\"AdTech\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/281af53461a6a2f505ceba0c8e66479f\"},\"headline\":\"Is Ceramic Porous or Nonporous?\",\"datePublished\":\"2025-11-28T05:15:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-28T05:21:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\"},\"wordCount\":1955,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\",\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\",\"name\":\"Is Ceramic Porous or Nonporous? - AdTech\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\",\"datePublished\":\"2025-11-28T05:15:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-28T05:21:16+00:00\",\"description\":\"Ceramic materials can be both porous and nonporous; the classification depends entirely on the type of clay used, the firing temperature, and the presence of a glaze.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp\",\"width\":587,\"height\":368,\"caption\":\"The difference between ceramic porous and nonporous\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Is Ceramic Porous or Nonporous?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/\",\"name\":\"AdTech\",\"description\":\"Aluminum Degassing, Filtration Equipment\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization\",\"name\":\"AdTech\",\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logo.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logo.webp\",\"width\":230,\"height\":70,\"caption\":\"AdTech\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/AdTech-Metallurgical-Materials-Co-Ltd\/100064039905332\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/281af53461a6a2f505ceba0c8e66479f\",\"name\":\"AdTech\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/13cb064168280db4825e8f0703d11161?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/13cb064168280db4825e8f0703d11161?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"AdTech\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.c-adtech.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Keramik Berpori atau Tidak Berpori? - AdTech","description":"Bahan keramik dapat berpori dan tidak berpori; klasifikasi ini sepenuhnya bergantung pada jenis tanah liat yang digunakan, suhu pembakaran, dan keberadaan glasir.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Is Ceramic Porous or Nonporous? - AdTech","og_description":"Ceramic materials can be both porous and nonporous; the classification depends entirely on the type of clay used, the firing temperature, and the presence of a glaze.","og_url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/","og_site_name":"AdTech","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/people\/AdTech-Metallurgical-Materials-Co-Ltd\/100064039905332\/","article_published_time":"2025-11-28T05:15:49+00:00","article_modified_time":"2025-11-28T05:21:16+00:00","og_image":[{"width":587,"height":368,"url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp","type":"image\/webp"}],"author":"AdTech","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"AdTech","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/"},"author":{"name":"AdTech","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/281af53461a6a2f505ceba0c8e66479f"},"headline":"Is Ceramic Porous or Nonporous?","datePublished":"2025-11-28T05:15:49+00:00","dateModified":"2025-11-28T05:21:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/"},"wordCount":1955,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp","articleSection":["News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/","url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/","name":"Apakah Keramik Berpori atau Tidak Berpori? - AdTech","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp","datePublished":"2025-11-28T05:15:49+00:00","dateModified":"2025-11-28T05:21:16+00:00","description":"Bahan keramik dapat berpori dan tidak berpori; klasifikasi ini sepenuhnya bergantung pada jenis tanah liat yang digunakan, suhu pembakaran, dan keberadaan glasir.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp","contentUrl":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/a0699-0rt40.webp","width":587,"height":368,"caption":"The difference between ceramic porous and nonporous"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/ja\/is-ceramic-porous-or-nonporous\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Is Ceramic Porous or Nonporous?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#website","url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/","name":"AdTech","description":"Degassing Aluminium, Peralatan Filtrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#organization","name":"AdTech","url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logo.webp","contentUrl":"https:\/\/www.c-adtech.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logo.webp","width":230,"height":70,"caption":"AdTech"},"image":{"@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/people\/AdTech-Metallurgical-Materials-Co-Ltd\/100064039905332\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/281af53461a6a2f505ceba0c8e66479f","name":"AdTech","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.c-adtech.com\/es\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/13cb064168280db4825e8f0703d11161?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/13cb064168280db4825e8f0703d11161?s=96&d=mm&r=g","caption":"AdTech"},"sameAs":["http:\/\/www.c-adtech.com"],"url":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2067"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2067\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2071,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2067\/revisions\/2071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.c-adtech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}